BDI SMA Islam Kepanjen, " Belajar mendalami agama jangan setengah-setengah - Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Amien.

Senin, 29 Agustus 2011

Bersyukur atas Nikmat Kesehatan

Pernahkah kita berfikir apa saja yang terjadi pada tubuh kita selama satu menit membaca artikel ini. Pada mata, mata kita akan mengubah apa yang kita baca menjadi signal-signal listrik (impuls saraf) yang akan menyampaikan informasi ke otak kita apa yang kita baca. Otak, selain menerima dan mengolah informasi, neurotransmiter juga mengatur gerakan otot mata, sehingga menimbulkan kontraksi otot yang sesuai. Jantung kita selama satu menit akan berdenyut selama kurang lebih 70 kali, memompa darah sebanyak 5 liter ke paru-paru dan lima liter ke bagian tubuh yang lain. Selama satu menit, sekitar 1,1 liter darah akan mengalir ke ginjal untuk disaring dan kemudian akan dihasilkan 1 mililiter urine. Kita akan menarik dan mengeluarkan nafas sekitar 12 kali, mempertukarkan 6 liter udara antara atmosfer dan paru-paru.


Proses di atas hanya sebagian kecil yang terjadi dalam tubuh kita selama satu menit kita membaca. Padahal kita melakukan berbagai macam aktivitas dalam sehari dalam durasi ribuan menit. Bayangkan jika salah satu proses tubuh kita terganggu, sebagai contoh gangguan pada mata. Apabila kita tidak bisa melihat, kita tidak akan bisa menikmati keindahan ciptaan-Nya. Nikmat pengelihatan ini sangat besar harganya. Bahkan jika kita ingin membalas nikmat pengelihatan ini maka sama nilainya jika kita beribadah selama 500 tahun tanpa henti.
Amal ibadah kita tidak akan pernah bisa menggantikan nikmat yang Allah SWT berikan, karena sebenarnya kita bisa masuk sorga hanya karena rahmat-Nya. Sudah menjadi keharusan bagi kita selaku umat yang beriman untuk selalu bersyukur atas nikmatnya.

Syukur secara etimologi berarti “berterimakasih”, dan dalam Al Quran kata syukur ini terulang sebanyak 74 kali. Akan tetapi pertanyaan bagi diri kita, apakah selama ini kita selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan khususnya atas kesehatan tubuh kita? Allah SWT jelas berjanji bahwa: “Barang siapa yang syukur atas nikmat-Ku, maka Aku akan menambah nikmat-Ku, dan barang siapa kufur atas nikmat-Ku, maka sesungguhnya azabku amat pedih” (QS Ibrahim : 7).

Ketika kita senantiasa bersyukur atas nikmat sehat ini maka sesungguhnya Allah SWT akan ikut menjaga kesehatan tubuh kita. Dengan ijin dan kuasa-Nya, maka kita akan terlindungi dari musibah yang bisa menyebabkan kita sakit. Seperti kecelakaan di jalan, keracunan, terkena penyakit menular, dan-lain-lain. Nikmat sehat ini memang harus selalu kita syukuri jangan kita lupakan apalagi kita dustakan. Janganlah kita menjadi manusia yang mendustakan nikmat-Nya seperti yang tertulis dalam QS Ar-Rahman berulang kali: “Maka Nikmat Rabb kamu yang manakah yang kau dustakan(lagi)?
Kita mungkin tidak pernah berpikir bahwa sakit yang kita derita, sakit pusing ringan, diare, sakit gigi sampai sakit kanker ganas stadium 4 selain merupakan ujian dari Allah SWT juga merupakan bentuk peringatan-Nya karena kita lupa atas nikmat kesehatan yang Allah SWT berikan. Begitu banyak orang yang sakit di sekitar kita, akan tetapi kadang belum bisa menyadarkan diri kita agar selalu bersyukur atas nikmat sehat yang Allah SWT berikan. Dalam ajaran Rasulullah Muhammad SAW jelas dianjurkan agar diri kita rajin menjenguk saudara kita yang sedang sakit dengan harapan kita selalu mendoakan agar lekas sembuh dan agar kita bisa mengambil hikmah, yang salah satunya adalah mensyukuri betapa besar nilai dari nikmat sehat atas diri kita ini.
Jika dikaji lebih dalam, tubuh kita merupakan sistem yang sempurna. Coba kita bayangkan, tubuh kita terdiri atas milyaran sel dan masing masing sel itu mempunyai potensi untuk membelah tidak terkendali menjadi sel yang tidak normal dan bisa menjadi sel tumor atau kanker. Perlu kita ketahui bahwa sesunguhnya tubuh kita tiap hari pun memproduksi sel-sel yang abnormal. Akan tetapi di dalam tubuh kita ata sistem imun atau tentara khusus yang sangat akurat untuk mengidentifikasi dan membunuh sel-sel yang tidak normal tersebut.
Apabila Allah SWT berkehendak, jika salah satu sel abnormal tersbut berkembang menjadi sel kanker dan tidak dapat teratasi oleh sistem imun tubuh kita, maka akhirnya menjadi penyakit yang membahayakan hidup kita. Dan kita tahu bahwa makin hari makin banyak orang yang menderita penyakit kanker ini, akankah belum cukup menggugah hati kita untuk bersyukur atas nikmat sehat ini? Maka sekali lagi sudah sepatutnya kita selalu bersyukur atas nikmat sehat ini.

Bersyukur, kata yang mudah untuk diucapkan, akan tetapi kita sering lupa untuk bersyukur atas segala nikmat yang Allah SWT beri. Di Bulan Ramadan ini, kita selaku orang yang beriman pasti berpuasa. Dalam beberapa penelitian menyebutkan bahwa salah satu hikmah puasa adalah mendoktifikasi racun-racun di dalam tubuh kita yang selama ini tersimpan di jaringan lemak. Kita akan bertambah sehat dari hari ke hari, sehingga setelah selesai puasa Ramadan kita akan menjadi lebih sehat daripada sebelum Ramadan.
Hal ini jelas difirmankan Allah SWT; “Sesungguhnya berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” (QS Al-Baqarah : 184). Maka bagi pembaca yang masih belum berpuasa, marilah kita berpuasa di Ramadan ini agar lebih sehat (taqwa sebagi tujuan utama) dan bagi yang sudah berpuasa marilah kita tingkatkan kualitas puasa kita yaitu tidak sekedar menahan makan minum akan tetapi juga menahan hawa nafsu kita. Nafsu yang terkendali akan mendukung sistem hormonal tubuh kita dalam keadaan yang stabil. Hal ini akan lebih mendukung tubuh kita menjadi lebih sehat.
Marilah kita saling mengingatkan satu dengan lainnya agar selalu bersyukur atas nikmat sehat ini. Selain bersyukur dalam hati dan lesan, marilah kita iringi rasa syukur ini dengan tindakan yang nyata. Beri tubuh kita makanan yang halal dan thoyyib. Jadikan nikmat sehat ini sarana kita untuk menambah porsi ibadah kita di bulan Ramadan ini. Semoga dengan iringan rasa syukur kita seiring dengan tindakan kita yang menghargai tubuh kita dengan makanan halal dan thoyyib ini dan peningkatan amal kebaikan maka  nikmat sehat yang Allah SWT berikan tidak akan dicabut. Amin.

*) Ketua Program Studi Biologi Fakultas MIPA UAD

0 komentar:

Posting Komentar

Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template