BDI SMA Islam Kepanjen, " Belajar mendalami agama jangan setengah-setengah - Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Amien.

Rabu, 19 Januari 2011

Cerita Walisongo

Umat Islam di Kota dan Kabupaten Malang kehadiran ulama besar dari Hadramaut Yaman, Pengasuh Rubath Tarim Hadramaut, Al-Habib Salim bin Abdullah As-syatiri. Pagi kemarin, Habib salim menyempatkan diri hadir di Pondok Pesantren Babul Khairat, Jalan Ngamarto Lawang, sekitar pukul 8.00 dalam rangka Haul ke 5 Habib Muhsin bin Umar Alattas, Pendiri Pondok tersebut, sedangkan pada pukul 18.00 WIB bertemu dengan umat Islam Kota Malang di Masjid Agung Jami Malang.



Kehadiran Pengasuh Pesantren yang banyak menelorkan ulama besar di Asia Tenggara, Afrika dan penjuru dunia lainnya itu mendapat perhatian dari umat Islam di Malang raya. Masjid Agung Jami Malang penuh sesak dengan umat Islam yang hadir untuk mendengarkan pencerahan agama yang disampaikan Pengasuh kelima Rubath Tarim Hadramaut Yaman itu.
"Saya bersyukur bisa hadir di Kota Malang. Banyak anak-anak muda yang hadir di Masjid Agung Jami Malang ini. Banyak hal yang ingin saya sampaikan karena keterbatasan waktu, akan saya sampaikan yang terpenting dari yang penting," kata Al Habib Salim di hadapan ribuan umat Islam yang hadir di Masjid Agung Jami Malang, kemarin malam.
Dalam tabligh akbar itu, Al Habib Salim didampingi penerjemah yang menyampaikan kepada umat Islam. Pengasuh Rubath Tarim itu menyampaikan ceramahnya dengan menggunakan bahasa Arab.
Dalam ceramahnya, Al Habib menyampaikan tentang sejarah masuknya Islam ke Indonesia mulai dari Hadramaut hingga Wali Songo yang ada di Pulau Jawa. Wali Songo yang menyebarkan Islam di Jawa pun tidak lepas dari Tahrim Hadramaut. Dari sejarahnya para kakek-kakek Wali Songo berhijrah ke Hadramaut. "Diantara yang menyebarkan agama Islam diantara ulama keturunan baginda Nabi Muhammad SAW. Penyebaran agama Islam tidak dengan mudah dilakukan, perlu perjuangan yang keras untuk melakukannya," ujarnya.
Al Habib Salim pun menyoroti kondisi umat Islam saat ini. Menurutnya, yang membawa kehancuran Islam adalah kemaksiatan yang dianggap sebagai racun. Jika melakukan maksiat maka akan imam umat Islam akan hancur. "Seperti badan kita, kalau kita minum racun maka racun itu akan mematikan kita. Sama juga dengan maksiat," terangnya.
Dia juga mengajak umat Islam untuk bertobat agar mendapatkan husnul khotimah diakhir kehidupannya. Amal seseorang akan terlihat saat sakaratul maut, jika memiliki kebaikan akan mudah melewatinya, jika tidak maka akan sangat sulit dalam sakaratul maut. "Kematian akan datang dari seluruh tempat, seluruh penjuru. Bertaubatlah untuk mendapatkan husnul khotimah," jelasnya. (malangpost/poenk)

0 komentar:

Posting Komentar

Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template