
Dalam penyampaian hikmah Isro; Mi'roj ini, dengan gaya santai Ustad Thoriqul Huda pengajar Al-Qur'an Hadist yang juga seorang Hafidz ini menyampaikan beberapa hal yang selama ini belum banyak orang tahu dan mengerti, termasuk penulis sendiri.
Selain diceritakan sekilas tentang kesedihan seorang Nabi yang ditinggal mati oleh istri dan pamannya. Padahal kedua orang inilah yang selama ini mendukung syiar agama Islam yang diperintahkan Allah SWT. Juga disampaikan sekilas perjalanan Isro' Mi'roj Nabi hingga langit tertinggi. Jika selama perjalanan Nabi selalu ditemani dan di pandu oleh malaikat Jibril hingga langit ke tujuh. Selanjutnya oleh malaikat Jibril nabi dipersilahkan untuk menghadap Allah sendiri. Karena malaikat Jibril tidak kuasa untuk mengantar Nabi sampai ke hadapan Allah yang katanya panas dan bisa terbakar.
Selanjutnya Nabi Muhammad SAW menghadap kepada Allah SWT dengan mengucap salam yang ternyata dinyatakan di doa Athahiyat tentang salam
Yang Intinya ; Nabi mengucapkan salam kepada Allah, dan oleh Allah dijawab dengan salam yang hanya tertuju kepadanya " Assalamu'alaika .." Namun nabi membalas dengan ucapan, bukan hanya saya, namun salam itu juga untuk "KAMI" yang maksud kami itu adalah untuk Nabi dan seluruh umatnya yang sholeh.

Baru dilanjutkan dengan kegiatan lomba Islami; Puisi, Kaligrafi, Tartil dan Da'i. Kegiatan ini tidak melibatkan seluruh siswa, namun semua kelas wajib untuk mengirimkan wakilnya.