Pada edisi kali ini, kami angkat sebuah topik permasalah yang klasik dan kontemporer, yaitu mengenal Dimana Allah? Karena di sana banyak kita dapati di antara masyarakat yang menyimpang dalam aqidah (keyakinan) yang agung, prinsip Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam-, dan para shahabat -Ridhwanullah ‘alaihim ‘ajmain-, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.
Rasulullah saw bersabda, “Manusia yang paling berat azabnya pada hari kiamat adalah orang yang berilmu tapi tidak mengamalkannya karena Allah.”
Dalam hadits lain beliau bersabda, “Barangsiapa yang bertambah ilmunya, namun tidak bertambah benar jalannya, maka ia semakin jauh dari Allah.”
Ketahuilah bahwa seorang ulama yang menekuni suatu ilmu, baginya ada dua kemungkinan. Kemungkinan pertama adalah binasa, dan kemungkinan kedua adalah memperoleh kebahagiaan yang kekal.
Tak terasa sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan. Betapa waktu berlalu begitu cepat dan alhamdulillah Allah SWT masih memanjangkan umur kita sehingga dapat bertemu lagi dengan bulan puasa - bulan yang penuh berkah dan ampunan.
Berikut ini saya sajikan artikel yang diambil dari blog Rumah Islami tentang langkah persiapan menyambut datangnya bulan ramadhan. Semoga bermanfaat ya sahabat.
***
Pertama, I'dad Ruhi Imani, yakni persiapan ruh keimanan.
Orang � orang yang saleh biasa melakukan persiapan ini seawal mungkin sebelum datang Ramadhan. Bahkan mereka sudah merindukan kedatangannya sejak bulan Rajab dan Sya'ban. Biasanya mereka berdoa : "Ya Allah, berikanlah kepada kami keberkatan pada bulan Rajab dan Sya'ban, serta sampaikanlah kami kepada Ramadhan."
Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan kasih dan sayang kepada kita dan cucuran nikmat-Nya dari nikmat iman, sabar, tawakal, ihlas syukur serta hati yang tabah dalam menjalani segala aktifitas kewajiban dan kesunahan. Tak lupa memohon kepada Allah mudah-mudahan kita dimudahkan untuk meninggalkan segala yang dilarang dan dibenci oleh-Nya
Pelajar merupakan bagian dari generasi muda Indonesia sebagai tumpuan harapan bangsa yang mutlak menjadi penerima estafet pembangunan bangsa dan negara yang utuh. Dari pelajar inilah posisi strategis dalam sistem pendidikan, kenegaraan dan kemasyarakatan akan muncul karenanya kesiapan mental, kreatifitas pelajar yang bercirikan keimanan , ketaqwaan dan profesionalisme mutlak diperlukan.